Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apa Itu Website Statis dan Dinamis dan Perbedaannya

Website dibedakan menjadi dua jenis, yaitu website statis dan dinamis. Website statis adalah website yang tetap dan menampilkan konten yang sama untuk setiap pengguna, biasanya ditulis secara eksklusif dalam HTML.

Sedangkan website dinamis adalah website yang dapat menampilkan konten yang berbeda (bersifat dinamis) dan menyediakan interaksi pengguna, dengan memanfaatkan pemrograman dan basis data canggih selain HTML. Seperti kita ketahui bahwa website statis lebih mudah dibuat dibandingkan dengan website dinamis yang memerlukan waktu yang lebih banyak.

Apa Itu Website Statis dan Dinamis dan Perbedaannya


Apa Itu Website Statis dan Dinamis

Kali ini saya akan menginformasikan seputar perbedaan anatara antara website statis dan dinamis. Dengan membaca artikel ini, maka anda akan belajar mengenai perbedaan anatara kedua jenis website statis dan dinamis sehingga dapat memutuskan untuk membuat website jenis apa.

Sebelum kita mulai membahasa apa itu dan apa perbedaan anatara dua jenis website statis dan dinamis, maka anda harus memahami terlebih dahulu tentang bagaimana sebuah website dapat diakses melalui internet. Hal ini tentunya melibatkan 2 hal, yaitu server dan browser web.

Untuk menghubungkan atau mengkoneksikan antara server dan browser web, maka dibutuhkan sebuah protokol yang disebut Hypertext Transfer Protocol (HTTP). Secara sederhananya, browser web mengirimkan permintaan HTTP ke server, dan server kemudian membalas dengan respons HTTP bersamaan dengan website web yang diminta dalam HTML.

Apa Itu Website?

Website adalah sebuah lokasi yang menjadi pusat suatu halaman-halaman web yang sanling terhubung antara satu sama lain dan diakses melalui URL atau alamat domain tertentu menggunakan browser. Ada 2 jenis website yang sering kita jumpai, yaitu website statis atau website dinamis.

Sedangkan secara fungsional atau tujuan membuat website berbegai macam. Ada website yang jenis profil perusahaan, toko online, travel, bloging, desain dan masih banyak lagi. Namun, disini saya akan fokus membahasa tentang website statis dan dinamis saja, apa perbedaan kedua website tersebut, mari simak pembahasan berikut ini.

Apa itu Website statis?

Website statis adalah sebuah website yang tetap dan biasanya memiliki jumlah website tetap yang memiliki tata letak tertentu. Ketika website berjalan di browser, kontennya benar-benar statis dan tidak berubah sebagai respons terhadap tindakan pengguna. Website statis biasanya dibuat dengan HTML dan CSS dalam editor teks sederhana seperti Notepad.

Meskipun website ini hanya menampilkan hal yang sama saja tanpa detail navigasi yang rumit, akan tetapi website statis tidak hanya menampilkan teks saja. Bahkan, Anda bisa menggunakan berbagai elemen multimedia dan video. Website HTML dapat terlihat bagus, tetapi kode sumber website tidak akan berubah, apa pun tindakan yang dilakukan pengguna.

Apa itu Website dinamis?

Dibandingkan dengan Website statis, yang murni bersifat informasi, Website dinamis lebih fungsional. Ini memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan informasi yang tercantum pada website. Tentu saja, itu membutuhkan penggunaan lebih dari sekadar kode HTML.

Website statis hanya menggunakan kode HTML dan CSS, sedangkan website dinamis bergantung pada bahasa skrip dan server seperti JavaScript, PHP, atau ASP. Ketika pengguna mengakses Website dinamis, situs dapat diubah memuat kode yang dijalankan di browser dan atau di server. Hasil akhirnya sama dengan yang ada di website statis (website HTML yang ditampilkan di browser web).

Untuk membuat konten di website dinamis, website tersebut menggunakan kombinasi skrip server dan pengguna. Skrip pengguna mengacu pada kode yang dieksekusi oleh browser, biasanya dengan JavaScript. Sementara itu, skrip server merujuk pada kode yang dieksekusi oleh server (sebelum konten dikirim ke browser pengguna).

Apa Perbedaan Website Statis dan Website Dinamis


1. Dari Segi Makna

Kata statis mengarah pada sesuatu hal yang tetap, yang tidak bergerak atau tidak berubah dengan cara apa pun. Ini cukup untuk memahami apa itu website statis. Tidak ada elemen pada website ini yang diubah saat halaman web diakses. Website statis adalah website dasar yang hanya berupa kode sederhana dan elemen desain untuk membuat web. "Statis" juga mengacu pada Website yang tetap dalam hal nomor website. Sejumlah website tetap dikirimkan persis seperti yang dirancang dan disimpan.

Sedangkan, Kata dinamis mengarah pada sesuatu hal yang terus berubah, interaktif, dan fungsional. Bukan saja sekadar berbagi informasi, akan tetapi website dinamis memberikan fitur lain kepada penggunannya untuk melakukan interaktivitas dan fungsionalitas. Website dinamis lebih kompleks dalam hal membangun dan mendesain web, namun website ini juga lebih fleksibel.

2. Dari Segi Teknisnya

Ketika kta membicarakan tentang perbedaan anatar website statis dan dinamis dari sudut pandang teknis, maka akan terliha jelas apa perbedaan antara kedua jenis website tersebut. Hal ini dikarena website statis hanya menampilkan atau membuat konten yang sifatnya tetap, proses membuat website mudah dapat dilakukan dengan menggunakan bahasa HTML biasa. Satu-satunya cara yang pengguna dapat lakukan untuk berinteraksi dengan website statis adalah dengan mengklik hyperlink dan mengisi formulir (seperti formulir kontak).

Berbeda dengan website dinamis yang dibuat menggunakan bahasa pemrograman yang lebih kompleks yaitu menggunakan HTML dan CSS, tetapi skrip server diperlukan untuk membuat website ini dapat berfungsi. Proses pengkodean HTML digunakan untuk mendesain elemen -elemen dasar, sementara server digunakan untuk mengelola events dan mengontrol tindakan yang mungkin terjadi pada website dinamis.

3. Dari Segi Coding

Untuk mebuat sebuah website statis kita tidak perlu menggunakan software yang begitu kompleks. Yang diperlukan hanyalah pengetahun seputar HTML dan CSS kemudian dibuat dengan notepad saja sudah cukup untuk membangun sebuah website statis. Website statis hanya cukup untuk membuat teks dan multimedia, website ini tidak membutuhkan teknis yang kompleks dan juga tidak seklusif seperti website dinamis. Pengguna atau pengunjung hanya akan melihat konten yang sama setiap kali mengunjungi website anda kecuali anda mengubah konten secara manual.

Sedangan, website dinamis lebih interaktif dalam menghasilkan konten dan menampilkannya berdasarkan tindakan yang dilakukan oleh pengunjung website. Untuk membuat website dinamis membutuhkan aplikasi editor khusus seperti IDE dan keahlian dalam memprogram bahasa server. Jadi, website dinamis membutuhkan pengetahuan coding yang lebih ekspert dibandingkan dengan website statis.

Itulah artikel tentang Apa Itu Website Statis dan Dinamis dan Perbedaannya. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat kepada anda, jangan lupa untuk share artikel ini kepada ke media sosial anda agar semakin banyak orang yang mengetahui apa itu website, perebdaan website statis dan dinamis.

Post a comment for "Apa Itu Website Statis dan Dinamis dan Perbedaannya"